Cokelat Bukan Penyebab Rusaknya Kesehatan Gigi

Cokelat Bukan Penyebab Rusaknya Kesehatan Gigi – Cokelat memiliki rasa manis yang khas, sehingga membuat makanan ini hampir dikonsumsi setiap orang di dunia. Sebagian besar kandungan cokelat, terdiri dari berbagai jenis zat seperti 14% kandungan karbohidrat, 9% protein (terdiri dari zat protein, fenilalanin, asam amino triptofan dan tyrosin), 31% lemak, dan zat-zat lain, seperti alkanoid (zat yang menyebabkan cokelat terasa pahit). Sejumlah kandungan zat dalam cokelat yang begitu beragam inilah yang menjadikan cokelat baik dikonsumsi dan juga memberikan dampak baik juga bagi kesehatan. Beragam rasa Cokelat dapat dengan mudah kita temukan di pusat perbelanjaan. Variasi rasa yang menggoda makin menarik minat penggemarnya. Anak-anak merupakan penggemar Cokelat terbanyak karena anak-anak memang menyukai rasa manis Cokelat. Namun, seringkali kita menganggap bahwa cokelat ini merupakan makanan yang tidak sehat, padahal tanpa kita ketahui cokelat ini mengadung zat gizi yang baik untuk tubuh manusia.

Cokelat ini ternyata memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan terutama untuk kesehatan gigi. Seringkali jika anak menderita sakit gigi, seorang ibu selalu menyalahkan anaknya karena terlalu banyak makan cokelat. Namun benarkah cokelat menyebabkan sakit gigi. Anggapan ini tentunya tidak sepenuhnya benar, maka untuk itu kita harus lihat dulu apa sebenarnya penyebab sakit gigi. Pada umumnya, salah satu penyebab sakit gigi yaitu karena gigi berlubang. Awal terjadinya gigi berlubang itu karena adanya pembentukan plak atau karang di permukaan gigi. bakteri streptococcus mutanas, yang melekat pada gigi menjadi awal pembentukan karang gigi. Bakteri tersebut memanfaatkan makanan ataupun minuman yang bersifat kariogenik, seperti karbohidrat dan gula.

coklat baik untuk gigi

Gigi berlubang merupakan penyakit jaringan keras gigi yang erat kaitannya dengan konsumsi makanan ataupun minuman yang bersifat kariogenik. Ciri-ciri makanan tersebut adalah cepat terurai oleh bakteri di dalam rongga mulut dan sangat lengket di permukaan gigi dan di sela-sela atau terselip di antara celah-celah gigi dalam waktu lama. Hal ini dapat mengakibatkan proses produksi asam lemak lebih cepat. Selain itu, waktu tinggal senyawa asam dalam rongga mulut atau permukaan gigi juga lebih lama. makanan yang banyak mengandung karbohidrat sederhana mudah diuraikan oleh bakteri dan menurunkan derajat keasaman dalam waktu singkat. Namun kondisi keasaman di rongga mulut juga singkat karena sukrosa mudah larut di air liur dan tertelan dalam perut. Sebaliknya makanan yang berserat yang mengandung senyawa selulosa tinggi, tidak dapat dicerna di rongga mulut dan langsung masuk ke dalam perut. Kontribusi pada keasaman gigi relatif rendah.

Biji kakao sebagai komponen utama makanan cokelat murni juga mengandung senyawa selulosa dalam jumlah yang cukup tinggi. Karena itu makanan cokelat bukanlah penyebab kerusakan gigi. Makanan cokelat asli juga termasuk jenis makanan mudah larut di dalam rongga mulut tanpa dikunyah. Hanya saja, yang menjadikan para ibu beranggapan bahwa cokelat penyebab kerusakan gigi adalah saat ini banyak formulasi beberapa jenis turunan makanan cokelat yang menggunakan lemak non kakao. Lemak yang termasuk lemak nabati yang bukan berasal dari tanaman kakao itu dapat dianggap sebagai alternative untuk menggantikan atau dicampurkan dengan lemak kakao, atau lebih jelasnya banyak campuran bahan tambahan pada cokelat sehingga cokelat tidak sepenuhnya merupakan cokelat asli.

Makanan cokelat yang bukan dari lemak kakao (cokelat tidak asli) memang banyak beredar di pasaran. Selain harganya murah, turunan makanan cokelat tidak mudah leleh sehingga makanan jenis ini mudah dijajakan dan mudah disimpan di daerah tropis tanpa memerlukan alat pendingin. Dalam cokelat asli terdapat biji kakao yang mana biji kakao tersebut mengandung polifenol dalam bentuk senyawa flavonoid. Senyawa ini terdiri atas 37 persen monomer epikatekin dan katekin, 4 persen antosianin dan polimer prosianidin sebesar 58 persen. Flavonoid merupakan senyawa yang secara alami berfungsi sebagai metabolit sekunder untuk melindungi jaringan tanaman dari kerusakan akibat radiasi ultraviolet dan infeksi dari penyakit tanaman.

Karena berfungsi sebagai pelindung alami tanaman, senyawa polifenol dan turunannya mempunyai sifat antioseptik dan anestetik. Selain itu senyawa tersebut dapat bersifat antibakteri yang terdapat dalam karang gigi antara lain streptococcus mutans. Karena itu pula makanan cokelat dengan kandungan kakao tinggi (dark chocolate) sangat baik untuk kesehatan gigi dan bukan penyebab sakit gigi. Maka, cokelat ini sangat baik untuk kesehatan gigi jika kita memang mengkonsumsi cokelat yang memiliki kandungan kakao asli tanpa ada campuran bahan tambahan lainnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s